IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Gasyiyah Ayat 25

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Gasyiyah Ayat 25

25 Surah Al-Gasyiyah Ayat 25 ⬇️
اِنَّ اِلَيْنَآ اِيَابَهُمْ
📘 Cara Baca:
inna ilainā iyābahum
Arti Terjemahan Indonesia:
Sungguh, kepada Kamilah mereka kembali,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
إن
Sesungguhnya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Taukīd wa Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf Penegas dan Penashab.
Akar Kata: أ ن ن
إلينا
kepada Kami
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Jār (إِلَى) dan Majrūr (نَا). Khobar إِنَّ Muqaddam.
Akar Kata: أ ل ي - ن ا
إيابهم
tempat kembali mereka
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Isim إِنَّ Muakhkhar
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Isim إِنَّ yang diakhirkan. Hā' (هُمْ) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: أ و ب - ه م
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Isim • إِيَابَهُمْ • Shorof
إِيَابَهُمْ berasal dari akar kata أ و ب. Bentuk aslinya adalah إِوْيَابَهُمْ, merupakan Isim Ajwaf Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf wāw (و) pada Masdar Ajwaf diubah menjadi yā' (ي) karena didahului oleh kasrah (karena Masdar dari Fā'ala - Mif'āl - menjadi Mīlāl).
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taukīd dan Ḥaṣr
Pembukaan dengan *Taukīd* (**إِنَّ**) dan *Taqdīm* (mendahulukan) keterangan (**إِلَيْنَا**) berfungsi sebagai *Ḥaṣr* (pembatasan): **Hanya kepada Kamilah** tempat mereka kembali.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sesungguhnya kepada Kami-lah kembalinya mereka. Penegasan bahwa semua makhluk pada akhirnya akan kembali kepada Allah.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Inna ilainā iyābahum" adalah penegasan bahwa **kepada Kami-lah kembalinya mereka** (*iyābahum*) semua makhluk, baik yang kafir maupun yang beriman. Ibnu Katsir menerangkan bahwa ayat ini memperkuat peringatan sebelumnya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa kembalinya mereka adalah untuk dihisab. Al-Baidhawi menguraikan bahwa karena mereka kembali kepada Allah, maka Dia berhak mengazab dengan azab yang paling besar. Al-Alusi menekankan bahwa tidak ada yang dapat lari dari pengadilan Allah. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ini sebagai pengingat akan tujuan akhir semua kehidupan.