Banyak wajah pada hari itu berseri-seri. Kontras dengan wajah orang kafir, yaitu deskripsi wajah orang-orang beriman.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wujūhun yawma-idzin nā‘imah" adalah kontras dengan ayat 2, yaitu **wajah-wajah orang beriman yang berseri-seri** (*nā‘imah*) karena kebahagiaan dan kenikmatan Surga. Ath-Thabari menerangkan bahwa *nā‘imah* menunjukkan kecerahan, kebahagiaan, dan kenikmatan abadi. Al-Qurthubi menambahkan bahwa wajah yang berseri-seri adalah tanda diterimanya amal mereka. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kecerahan ini adalah balasan atas ketundukan dan ketaatan mereka di dunia. Al-Alusi menekankan bahwa wajah adalah cerminan dari hati yang tenang. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ini sebagai nasib jiwa yang suci dan ridha.