IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Fajr Ayat 30

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Fajr Ayat 30

30 Surah Al-Fajr Ayat 30 ⬇️
وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْࣖ
📘 Cara Baca:
wadkhulī jannatī
Arti Terjemahan Indonesia:
dan masuklah ke dalam surga-Ku.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: و
ادخلي
masuklah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Amr
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Majzum dengan membuang Nūn
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada ٱرْجِعِىٓ. Yā' (ي) Fā'il.
Akar Kata: د خ ل - ي
جنتي
surga-Ku
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Objek (tempat) dari ٱدْخُلِى. Yā' (ي) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: ج ن ن - ي
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Amr Li at-Tasyarruf
Perintah **وَادْخُلِي جَنَّتِي (Wadkhulī jannatī/masuklah ke dalam surga-Ku)** yang dinisbatkan (disandarkan) kepada Allah (**Jannatī**) memberikan kemuliaan tertinggi kepada orang beriman (kesempurnaan balasan).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. Puncak balasan bagi jiwa yang tenang, yaitu menjadi hamba Allah yang dimuliakan dan kekal di Surga.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Fadkhulī fī ‘ibādī wadkhulī jannatī" adalah puncak nikmat, yaitu **dimasukkan ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang mulia** dan **dimasukkan ke dalam Surga-Nya**. Ath-Thabari menerangkan bahwa masuk ke dalam golongan hamba Allah adalah kehormatan tertinggi sebelum masuk Surga. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *jannatī* (Surga-Ku) menunjukkan kepemilikan dan kemuliaan tempat itu. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah janji abadi yang kontras dengan azab Neraka yang tertutup rapat (ayat 20). Al-Alusi menekankan bahwa Surga adalah tempat keridhaan sejati. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ayat ini sebagai penutup yang menenangkan setelah serangkaian peringatan dan ancaman.