Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. Puncak balasan bagi jiwa yang tenang, yaitu menjadi hamba Allah yang dimuliakan dan kekal di Surga.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Fadkhulī fī ‘ibādī wadkhulī jannatī" adalah puncak nikmat, yaitu **dimasukkan ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang mulia** dan **dimasukkan ke dalam Surga-Nya**. Ath-Thabari menerangkan bahwa masuk ke dalam golongan hamba Allah adalah kehormatan tertinggi sebelum masuk Surga. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *jannatī* (Surga-Ku) menunjukkan kepemilikan dan kemuliaan tempat itu. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah janji abadi yang kontras dengan azab Neraka yang tertutup rapat (ayat 20). Al-Alusi menekankan bahwa Surga adalah tempat keridhaan sejati. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ayat ini sebagai penutup yang menenangkan setelah serangkaian peringatan dan ancaman.