IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Balad Ayat 16

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Balad Ayat 16

16 Surah Al-Balad Ayat 16 ⬇️
اَوْ مِسْكِيْنًا ذَا مَتْرَبَةٍۗ
📘 Cara Baca:
au miskīnan żā matrabah
Arti Terjemahan Indonesia:
atau orang miskin yang sangat fakir.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
أو
atau
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf untuk pilihan.
Akar Kata: أ و و
مسكينا
orang miskin
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Fā'il
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada يَتِيمًا.
Akar Kata: س ك ن
ذا
yang mempunyai
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Asmā'ul Khamsah
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Manshub dengan Alif (ا)
Penjelasan: Na'at bagi مِسْكِينًا. Muḍāf.
Akar Kata: ذ و ي
متربة
sangat papa
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari ذَا.
Akar Kata: ت ر ب
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Frasa
أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ (Atau orang miskin yang sangat fakir)
Frasa: Harf 'Aṭf [Huruf Penggabungan] + Maf'ūl Bih [Objek] + Na't [Sifat] - Ma'ṭūf [diikuti/digabungkan] pada Yatīman.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Munasabah
Ayat ini melengkapi *Tafṣīl* Al-ʻAqabah dengan jenis penerima bantuan lainnya: **miskīnan dzā matrabah (orang miskin yang sangat membutuhkan)**, yaitu orang yang tertidur di atas debu karena kemiskinan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Atau orang miskin yang sangat fakir. Target kedua dari pemberian makan, yaitu orang miskin yang tidak memiliki apa-apa.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Aw miskiinan dzaa matrabah" adalah target kedua, yaitu **orang miskin yang sangat fakir** (*dzaa matrabah* berarti yang menempel di tanah karena kemiskinan). Ath-Thabari menerangkan bahwa orang ini adalah yang tidak memiliki apa-apa dan sangat membutuhkan bantuan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini mencakup semua fakir miskin di mana pun mereka berada. Al-Baidhawi menguraikan bahwa memberi kepada fakir miskin ini adalah ujian kepedulian sejati tanpa ikatan darah. Al-Alusi menekankan bahwa amal ini menunjukkan bahwa Islam menjamin hak-hak orang yang terpinggirkan. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan bahwa dua target ini (yatim kerabat dan fakir miskin) adalah perwujudan keadilan sosial Islam.