➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa maa li ahadin 'indahu min ni'matin tujzaa" menegaskan bahwa infak orang bertakwa itu **tulus** dan **tanpa pamrih**, tidak ada utang budi kepada orang yang diberi. Ibnu Katsir menerangkan bahwa infak ini tidak dilakukan untuk membalas kebaikan orang yang diberi, melainkan murni karena Allah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa kedermawanan yang paling mulia adalah yang didasari *Ihsan* (berbuat baik tanpa mengharapkan balasan). Al-Alusi menguraikan bahwa ini adalah puncak keikhlasan. Al-Baidhawi menjelaskan bahwa ini menunjukkan tingginya derajat keikhlasan Abu Bakar. Sayyid Quthb menekankan bahwa amal sejati adalah yang terlepas dari semua motivasi duniawi.