IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-'Alaq Ayat 11

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-'Alaq Ayat 11

11 Surah Al-'Alaq Ayat 11 ⬇️
اَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰىٓۙ
📘 Cara Baca:
a ra`aita ing kāna 'alal-hudā
Arti Terjemahan Indonesia:
bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang salat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk),
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
أرأيت
Bagaimana pendapatmu
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Māḍi
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Pengulangan untuk penekanan.
Akar Kata: ر أ ي
ان
jika
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Syarṭ
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf syarat.
Akar Kata: أ ن ن
كان
adalah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi Nāqiṣ
Kedudukan: Fi'il Syarṭ
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fi'il Māḍi Nāqiṣ. Isimnya Dhomir Mustatir (Dia).
Akar Kata: ك و ن
على
di atas
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: ع ل و
الهدى
petunjuk
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah Muqaddarah
Penjelasan: Isim Majrūr. Jār Majrūr Khobar dari كَانَ.
Akar Kata: ه د ي
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • كَانَ • Shorof
كَانَ berasal dari akar kata ك و ن. Bentuk aslinya adalah كَوَنَ, merupakan Fiil Ajwaf Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf wāw (و) berharakat dan didahului fathah diubah menjadi alif (ا).
Isim • الْهُدَى • Shorof
الْهُدَى berasal dari akar kata ه د ي. Bentuk aslinya adalah الْهُدَيُ, merupakan Isim Naqish Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf yā' (ي) di akhir kata diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Istifhām Inkārī
Pengulangan pertanyaan *Istifhām Inkārī* bertujuan untuk lebih mengecam si pelarang: Bagaimana mungkin dia melarang seseorang yang justru berada di jalan yang benar (**هُدَى**)?
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang) itu berada di atas kebenaran?

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "in kaana 'alal hudaa" (jika dia berada di atas kebenaran) merujuk pada Nabi Muhammad ? yang ajarannya lurus. Ibnu Katsir menerangkan bahwa jika orang yang dilarang itu adalah benar (Nabi), maka perbuatan pelarang adalah **sangat tercela dan zalim**. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ayat ini adalah pembelaan Ilahi terhadap Rasulullah. Al-Alusi menguraikan bahwa kebenaran di sini mencakup ajaran tauhid dan amal saleh. Sayyid Quthb menekankan bahwa pertanyaan ini memaksa pendengar untuk mengakui kebenaran posisi Nabi.