Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Pengulangan perintah membaca disertai penegasan sifat kemuliaan Allah dan kedermawanan-Nya yang tak terbatas.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa pengulangan perintah "Iqra'" adalah untuk **penegasan** dan menunjukkan pentingnya hal tersebut. Ibnu Katsir menerangkan bahwa penyebutan "wa Rabbukal Akram" (dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia/Dermawan) setelah perintah membaca mengisyaratkan bahwa **ilmu adalah karunia besar** dari Allah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa "Al-Akram" berarti Dia yang karunia-Nya tidak terhitung dan tidak terputus. Al-Alusi menguraikan bahwa kemuliaan Allah tercermin dalam pengajaran-Nya kepada manusia. Sayyid Quthb menekankan bahwa sumber ilmu dan kemuliaan adalah satu, yaitu Allah.