Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam (pena). Penjelasan tentang metode pengajaran pertama Allah kepada manusia, yaitu melalui tulisan.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menyoroti keistimewaan Allah sebagai Dzat yang mengajarkan manusia dengan "al-qalam" (pena atau alat tulis). Ath-Thabari menerangkan bahwa pena adalah sarana utama untuk **mencatat dan mengabadikan ilmu**, yang merupakan nikmat besar bagi manusia. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini mencakup semua jenis tulisan, baik yang ditulis malaikat maupun manusia. Al-Baidhawi menguraikan bahwa pena adalah kunci peradaban dan transfer ilmu dari generasi ke generasi. Hamka menekankan bahwa ayat ini mengangkat derajat menulis dan membaca sebagai perbuatan mulia dalam Islam.