Di sana mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya jahe.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa yusqauna fīhā ka’san kāna mizājuhā zanjabīlā" adalah jenis minuman lain. Selain *kāfūr*, kali ini mereka disuguhi minuman yang campurannya adalah **zanjabīlā** (jahe).
---
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa *zanjabīl* adalah minuman yang memiliki aroma dan rasa panas yang enak, yang kontras dengan *kāfūr* yang dingin, sehingga memberikan **variasi nikmat**. Al-Qurthubi menambahkan bahwa jahe ini adalah nama mata air di Surga, sama seperti *kāfūr*.