Sesungguhnya Kami telah menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus); ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Innā hadaināhus-sabīla immā syākiraw wa immā kafūrā" adalah penegasan tentang **kebebasan memilih** yang diberikan Allah setelah penciptaan. **Hadaināhus-sabīl** (Kami telah menunjukinya jalan) berarti Allah telah menjelaskan jalan kebenaran (melalui akal dan para rasul) dan jalan kesesatan.
---
Setelah diberi petunjuk, manusia dihadapkan pada dua pilihan: menjadi **syākir** (orang yang bersyukur) dengan taat, atau menjadi **kafūr** (orang yang sangat kufur) dengan mendurhakai. Ayat ini menekankan bahwa manusia telah diberi **kemampuan diskresi** dan bertanggung jawab penuh atas pilihannya. Hamka menambahkan bahwa *kafūrā* bukan hanya kufur nikmat, tetapi juga kufur kepada kebenaran mutlak (risalah Ilahi).