Untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Li nukhrija bihī ḥabbaw wa nabātā" adalah tujuan hujan: **Untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian** (*ḥabbā*) **dan tumbuh-tumbuhan** (*nabātā*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *ḥabbā* adalah makanan manusia, dan *nabātā* adalah makanan hewan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Allah menyediakan rezeki dari bumi yang dihidupkan dengan air. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah manifestasi kekuasaan Allah dalam menciptakan kehidupan. Al-Alusi menekankan bahwa Allah adalah Pemberi Rezeki. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ayat ini sebagai rantai makanan utama yang diciptakan Ilahi.