IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Naba Ayat 15

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Naba Ayat 15

15 Surah An-Naba Ayat 15 ⬇️
لِّنُخْرِجَ بِهٖ حَبًّا وَّنَبَاتًاۙ
📘 Cara Baca:
linukhrija bihī ḥabbaw wa nabātā
Arti Terjemahan Indonesia:
untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
لنخرج
untuk Kami tumbuhkan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Jarr (Ta'līl)
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Lām (لِ) Ta'līl.
Akar Kata: ل - خ ر ج
لنخرج
Kami tumbuhkan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Fi'il Muḍāri'
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (نحن).
Akar Kata: خ ر ج
به
dengannya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Bā' (ب) Jarr. Hā' (هِ) Majrūr.
Akar Kata: ب - ه و
حبا
biji-bijian
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari لِّنُخْرِجَ.
Akar Kata: ح ب ب
ونباتا
dan tumbuh-tumbuhan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada حَبًّا.
Akar Kata: ن ب ت
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taʻlīl
Ayat ini adalah *Taʻlīl* (penyebaban/tujuan) diturunkannya hujan: untuk menumbuhkan **biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan** (*Kinayah* tentang rezeki).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Li nukhrija bihī ḥabbaw wa nabātā" adalah tujuan hujan: **Untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian** (*ḥabbā*) **dan tumbuh-tumbuhan** (*nabātā*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *ḥabbā* adalah makanan manusia, dan *nabātā* adalah makanan hewan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Allah menyediakan rezeki dari bumi yang dihidupkan dengan air. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah manifestasi kekuasaan Allah dalam menciptakan kehidupan. Al-Alusi menekankan bahwa Allah adalah Pemberi Rezeki. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ayat ini sebagai rantai makanan utama yang diciptakan Ilahi.