IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Nazi'at Ayat 23

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Nazi'at Ayat 23

23 Surah An-Nazi'at Ayat 23 ⬇️
فَحَشَرَ فَنَادٰىۖ
📘 Cara Baca:
fa ḥasyara fa nādā
Arti Terjemahan Indonesia:
Kemudian dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya).
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ف
lalu
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf (Tartīb wa Ta'qīb)
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fā' 'Aṭaf.
Akar Kata: ف - ح ش ر
حشر
ia mengumpulkan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada أَدْبَرَ.
Akar Kata: ح ش ر
ف
lalu
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf (Tartīb wa Ta'qīb)
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fā' 'Aṭaf.
Akar Kata: ف - ن د ي
نادى
ia berseru
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada فَحَشَرَ.
Akar Kata: ن د ي
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • فَنَادَى • Shorof
فَنَادَى berasal dari akar kata ن د و. Bentuk aslinya adalah نَدَوَى, merupakan Fiil Naqish Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf wāw (و) di akhir kata kerja diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Taʻqīb
Dua kata kerja berurutan menunjukkan *Taʻqīb*: segera setelah memutuskan menentang, ia **mengumpulkan** (*ḥasyara*) untuk **berseru** (*nādā*).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Lalu ia kumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu menyeru (kaumnya).

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Fa ḥasyara fa nādā" berarti **Lalu ia kumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu menyeru** (*nādā*) **(kaumnya)**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa Firaun mengumpulkan rakyatnya untuk menyatakan kedustaannya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *nādā* adalah pengumuman terbuka. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Firaun menggunakan kekuasaannya untuk menyebarkan kebohongan. Al-Alusi menekankan bahwa tindakan ini menunjukkan keseriusan Firaun dalam menentang. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *ḥasyara fa nādā* sebagai penggunaan kekuatan militer dan propaganda.