IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Balad Ayat 9

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Balad Ayat 9

9 Surah Al-Balad Ayat 9 ⬇️
وَلِسَانًا وَّشَفَتَيْنِۙ
📘 Cara Baca:
wa lisānaw wa syafataīn
Arti Terjemahan Indonesia:
dan lidah dan sepasang bibir?
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: و
لسانا
satu lidah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada عَيْنَيْنِ.
Akar Kata: ل س ن
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: و
شفتين
dua bibir
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mutatsanna
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Manshub dengan Yā' (ي)
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada عَيْنَيْنِ.
Akar Kata: ش ف ه
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kata
وَلِسَانًا (Dan lidah)
Frasa: Wāw 'Aṭf [Waw Penggabungan] + Ism - Ma'ṭūf [diikuti/digabungkan] pada Aynayni.
Tipe Analisis: Kata
وَشَفَتَيْنِ (Dan dua bibir)
Frasa: Wāw 'Aṭf [Waw Penggabungan] + Ism - Ma'ṭūf [diikuti/digabungkan] pada Aynayni.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Munasabah
Penyebutan anggota tubuh ini secara berurutan (mata, lidah, bibir) menunjukkan *Munasabah* (kesesuaian) yang tinggi. Anggota tubuh ini adalah alat utama manusia untuk **membedakan** kebaikan dan keburukan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan lidah dan dua bibir. Pengingat akan nikmat berbicara dan berkomunikasi.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa lisaanan wa syafatain" adalah penegasan atas **nikmat lidah** (untuk berbicara) dan **dua bibir** (membantu artikulasi bicara dan makan). Ibnu Katsir menerangkan bahwa lidah dan bibir adalah karunia yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Al-Qurthubi menambahkan bahwa nikmat berbicara seharusnya digunakan untuk mengucapkan syukur dan kebenaran, bukan untuk membanggakan diri. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah sarana untuk menyampaikan ilmu dan petunjuk. Al-Alusi menekankan bahwa nikmat berbicara adalah penunjang bagi tugas kekhalifahan manusia. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan lidah dan bibir sebagai alat kontrol yang harus dijaga dari keburukan.