يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ
📖 Cara Baca:
yā ayyuhal-muddaṡṡir
🔄 Terjemahan Indonesia:
Wahai orang yang berkemul (berselimut)!
قُمْ فَاَنْذِرْۖ
📖 Cara Baca:
qum fa anżir
🔄 Terjemahan Indonesia:
bangunlah, lalu berilah peringatan!
وَرَبَّكَ فَكَبِّرْۖ
📖 Cara Baca:
wa rabbaka fa kabbir
🔄 Terjemahan Indonesia:
dan agungkanlah Tuhanmu,
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ
📖 Cara Baca:
wa ṡiyābaka fa ṭahhir
🔄 Terjemahan Indonesia:
dan bersihkanlah pakaianmu,
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْۖ
📖 Cara Baca:
war-rujza fahjur
🔄 Terjemahan Indonesia:
dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji,
وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُۖ
📖 Cara Baca:
wa lā tamnun tastakṡir
🔄 Terjemahan Indonesia:
dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْۗ
📖 Cara Baca:
wa lirabbika faṣbir
🔄 Terjemahan Indonesia:
Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.
فَاِذَا نُقِرَ فِى النَّاقُوْرِۙ
📖 Cara Baca:
fa iżā nuqira fin-nāqụr
🔄 Terjemahan Indonesia:
Maka apabila sangkakala ditiup,
فَذٰلِكَ يَوْمَىِٕذٍ يَّوْمٌ عَسِيْرٌۙ
📖 Cara Baca:
fa żālika yauma`iżiy yaumun 'asīr
🔄 Terjemahan Indonesia:
maka itulah hari yang serba sulit,
عَلَى الْكٰفِرِيْنَ غَيْرُ يَسِيْرٍ
📖 Cara Baca:
'alal-kāfirīna gairu yasīr
🔄 Terjemahan Indonesia:
bagi orang-orang kafir tidak mudah.
ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًاۙ
📖 Cara Baca:
żarnī wa man khalaqtu waḥīdā
🔄 Terjemahan Indonesia:
Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,
وَّجَعَلْتُ لَهٗ مَالًا مَّمْدُوْدًاۙ
📖 Cara Baca:
wa ja'altu lahụ mālam mamdụdā
🔄 Terjemahan Indonesia:
dan Aku beri kekayaan yang melimpah,
وَّبَنِيْنَ شُهُوْدًاۙ
📖 Cara Baca:
wa banīna syuhụdā
🔄 Terjemahan Indonesia:
dan anak-anak yang selalu bersamanya,
وَّمَهَّدْتُّ لَهٗ تَمْهِيْدًاۙ
📖 Cara Baca:
wa mahhattu lahụ tamhīdā
🔄 Terjemahan Indonesia:
dan Aku beri kelapangan (hidup) seluas-luasnya.
ثُمَّ يَطْمَعُ اَنْ اَزِيْدَۙ
📖 Cara Baca:
ṡumma yaṭma'u an azīd
🔄 Terjemahan Indonesia:
Kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya.
كَلَّاۗ اِنَّهٗ كَانَ لِاٰيٰتِنَا عَنِيْدًاۗ
📖 Cara Baca:
kallā, innahụ kāna li`āyātinā 'anīdā
🔄 Terjemahan Indonesia:
Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur'an).
سَاُرْهِقُهٗ صَعُوْدًاۗ
📖 Cara Baca:
sa`ur-hiquhụ ṣa'ụdā
🔄 Terjemahan Indonesia:
Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan.
اِنَّهٗ فَكَّرَ وَقَدَّرَۙ
📖 Cara Baca:
innahụ fakkara wa qaddar
🔄 Terjemahan Indonesia:
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),
فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
📖 Cara Baca:
fa qutila kaifa qaddar
🔄 Terjemahan Indonesia:
maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?
ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
📖 Cara Baca:
ṡumma qutila kaifa qaddar
🔄 Terjemahan Indonesia:
Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?
ثُمَّ نَظَرَۙ
🔄 Terjemahan Indonesia:
Kemudian dia (merenung) memikirkan,
ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَۙ
📖 Cara Baca:
ṡumma 'abasa wa basar
🔄 Terjemahan Indonesia:
lalu berwajah masam dan cemberut,
ثُمَّ اَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَۙ
📖 Cara Baca:
ṡumma adbara wastakbar
🔄 Terjemahan Indonesia:
kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,
فَقَالَ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ يُّؤْثَرُۙ
📖 Cara Baca:
fa qāla in hāżā illā siḥruy yu`ṡar
🔄 Terjemahan Indonesia:
lalu dia berkata, “(Al-Qur'an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu).
اِنْ هٰذَآ اِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِۗ
📖 Cara Baca:
in hāżā illā qaulul-basyar
🔄 Terjemahan Indonesia:
Ini hanyalah perkataan manusia.”
سَاُصْلِيْهِ سَقَرَ
📖 Cara Baca:
sa`uṣlīhi saqar
🔄 Terjemahan Indonesia:
Kelak, Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar,
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سَقَرُۗ
📖 Cara Baca:
wa mā adrāka mā saqar
🔄 Terjemahan Indonesia:
dan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?
لَا تُبْقِيْ وَلَا تَذَرُۚ
📖 Cara Baca:
lā tubqī wa lā tażar
🔄 Terjemahan Indonesia:
Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan,
لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِۚ
📖 Cara Baca:
lawwāḥatul lil-basyar
🔄 Terjemahan Indonesia:
yang menghanguskan kulit manusia.
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَۗ
📖 Cara Baca:
'alaihā tis'ata 'asyar
🔄 Terjemahan Indonesia:
Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
وَمَا جَعَلْنَآ اَصْحٰبَ النَّارِ اِلَّا مَلٰۤىِٕكَةً ۖوَّمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ اِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْاۙ لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِيْمَانًا وَّلَا يَرْتَابَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْمُؤْمِنُوْنَۙ وَلِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْكٰفِرُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۗ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِ
📖 Cara Baca:
wa mā ja'alnā aṣ-ḥāban-nāri illā malā`ikataw wa mā ja'alnā 'iddatahum illā fitnatal lillażīna kafarụ liyastaiqinallażīna ụtul-kitāba wa yazdādallażīna āmanū īmānaw wa lā yartāballażīna ụtul-kitāba wal-mu`minụna wa liyaqụlallażīna fī qulụbihim maraḍuw wal-kāfirụna māżā arādallāhu bihāżā maṡalā, każālika yuḍillullāhu may yasyā`u wa yahdī may yasyā`, wa mā ya'lamu junụda rabbika illā huw, wa mā hiya illā żikrā lil-basyar
🔄 Terjemahan Indonesia:
Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.
كَلَّا وَالْقَمَرِۙ
📖 Cara Baca:
kallā wal-qamar
🔄 Terjemahan Indonesia:
Tidak! Demi bulan,
وَالَّيْلِ اِذْ اَدْبَرَۙ
📖 Cara Baca:
wal-laili iż adbar
🔄 Terjemahan Indonesia:
dan demi malam ketika telah berlalu,
وَالصُّبْحِ اِذَآ اَسْفَرَۙ
📖 Cara Baca:
waṣ-ṣub-ḥi iżā asfar
🔄 Terjemahan Indonesia:
dan demi subuh apabila mulai terang,
اِنَّهَا لَاِحْدَى الْكُبَرِۙ
📖 Cara Baca:
innahā la`iḥdal-kubar
🔄 Terjemahan Indonesia:
sesunggunya (Saqar itu) adalah salah satu (bencana) yang sangat besar,
نَذِيْرًا لِّلْبَشَرِۙ
📖 Cara Baca:
nażīral lil-basyar
🔄 Terjemahan Indonesia:
sebagai peringatan bagi manusia,
لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّتَقَدَّمَ اَوْ يَتَاَخَّرَۗ
📖 Cara Baca:
liman syā`a mingkum ay yataqaddama au yata`akhkhar
🔄 Terjemahan Indonesia:
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju atau mundur.
كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌۙ
📖 Cara Baca:
kullu nafsim bimā kasabat rahīnah
🔄 Terjemahan Indonesia:
Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya,
اِلَّآ اَصْحٰبَ الْيَمِيْنِ ۛ
📖 Cara Baca:
illā aṣ-ḥābal-yamīn
🔄 Terjemahan Indonesia:
kecuali golongan kanan,
فِيْ جَنّٰتٍ ۛ يَتَسَاۤءَلُوْنَۙ
📖 Cara Baca:
fī jannātiy yatasā`alụn
🔄 Terjemahan Indonesia:
berada di dalam surga, mereka saling menanyakan,
عَنِ الْمُجْرِمِيْنَۙ
📖 Cara Baca:
'anil-mujrimīn
🔄 Terjemahan Indonesia:
tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,
مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ
📖 Cara Baca:
mā salakakum fī saqar
🔄 Terjemahan Indonesia:
”Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?”
قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَۙ
📖 Cara Baca:
qālụ lam naku minal-muṣallīn
🔄 Terjemahan Indonesia:
Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang me-laksanakan salat,
وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِيْنَۙ
📖 Cara Baca:
wa lam naku nuṭ'imul-miskīn
🔄 Terjemahan Indonesia:
dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin,
وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَاۤىِٕضِيْنَۙ
📖 Cara Baca:
wa kunnā nakhụḍu ma'al-khā`iḍīn
🔄 Terjemahan Indonesia:
bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya,
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّيْنِۙ
📖 Cara Baca:
wa kunnā nukażżibu biyaumid-dīn
🔄 Terjemahan Indonesia:
dan kami mendustakan hari pembalasan,
حَتّٰىٓ اَتٰىنَا الْيَقِيْنُۗ
📖 Cara Baca:
ḥattā atānal-yaqīn
🔄 Terjemahan Indonesia:
sampai datang kepada kami kematian.”
فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِيْنَۗ
📖 Cara Baca:
fa mā tanfa'uhum syafā'atusy-syāfi'īn
🔄 Terjemahan Indonesia:
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari orang-orang yang memberikan syafaat.
فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِيْنَۙ
📖 Cara Baca:
fa mā lahum 'anit-tażkirati mu'riḍīn
🔄 Terjemahan Indonesia:
Lalu mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?
كَاَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنْفِرَةٌۙ
📖 Cara Baca:
ka`annahum ḥumurum mustanfirah
🔄 Terjemahan Indonesia:
seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut,
فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍۗ
📖 Cara Baca:
farrat ming qaswarah
🔄 Terjemahan Indonesia:
lari dari singa.
بَلْ يُرِيْدُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّؤْتٰى صُحُفًا مُّنَشَّرَةًۙ
📖 Cara Baca:
bal yurīdu kullumri`im min-hum ay yu`tā ṣuḥufam munasysyarah
🔄 Terjemahan Indonesia:
Bahkan setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka.
كَلَّاۗ بَلْ لَّا يَخَافُوْنَ الْاٰخِرَةَۗ
📖 Cara Baca:
kallā, bal lā yakhāfụnal-ākhirah
🔄 Terjemahan Indonesia:
Tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada akhirat.
كَلَّآ اِنَّهٗ تَذْكِرَةٌ ۚ
📖 Cara Baca:
kallā innahụ tażkirah
🔄 Terjemahan Indonesia:
Tidak! Sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar suatu peringatan.
فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗۗ
📖 Cara Baca:
fa man syā`a żakarah
🔄 Terjemahan Indonesia:
Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya.
وَمَا يَذْكُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۗهُوَ اَهْلُ التَّقْوٰى وَاَهْلُ الْمَغْفِرَةِ
📖 Cara Baca:
wa mā yażkurụna illā ay yasyā`allāh, huwa ahlut-taqwā wa ahlul-magfirah
🔄 Terjemahan Indonesia:
Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur'an) kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan.